LARI SORE DAN JAJAN DI PINGGIR JALAN
Sore itu langit berwarna oranye keemasan. Angin berhembus pelan, membawa aroma tanah yang baru disiram hujan. Aku mengenakan sepatu lari favoritku, menyalakan musik, lalu mulai berlari kecil menyusuri jalan kompleks.
Langkah demi langkah terasa ringan. Anak-anak berlarian di taman, bapak-bapak duduk santai di warung kopi, dan ibu-ibu sedang ngobrol sambil membawa kantong belanja. Rasanya damai — sore yang pas untuk melupakan penat seharian.
Setelah beberapa putaran, napasku mulai tersengal. Tapi bukan berarti semangatku padam — justru ada motivasi baru: aroma gorengan dari pinggir jalan! 😂
Tanpa pikir panjang, aku belok ke arah sumber bau itu. Di sana, seorang ibu penjual gorengan sedang sibuk membalik tahu isi di wajan besar.
"Aduh, wangi banget, Bu! Tahu isinya satu, tempe mendoannya dua, ya," kataku sambil tersenyum.
Ibu itu tertawa kecil. "Wah, larinya langsung ke sini, ya?"
Aku hanya nyengir sambil menunggu gorengan ditiriskan.
Sambil duduk di bangku kayu kecil, aku menikmati jajanan hangat itu dengan segelas es teh manis. Keringat di dahi masih menetes, tapi hati terasa puas.
Lari sore mungkin cuma sebentar, tapi bagian terbaiknya selalu sama — berhenti di pinggir jalan, menikmati jajanan, dan merasa bahwa sore itu benar-benar milikku. 🌇✨
Komentar
Posting Komentar